Dua pikiran pasti dua pendirian itu yang saya rasakan, keseharian hanya pekerja biasa namun harapan dan angan-angan saya tinggi setinggi langit yang hitam pekat dan gelap. Tidak ada yang patut dipersalahkan karena ini semua urusan kehidupan, wajar kalo dalam hidup ini ada perseisihan dan pertengkaran ya...begitulah kalo hidup sudah berumah tangga pasti ada saja perdebatan. Sudah hampir semingu lebih mulut ini hanya bisa terdiam dan pikiran ini melanglang buana tidak karuan, apa karena situasi yang terjadi ataukah karena permasalahan alami saja.
Dia bilang cape dan lelah, sebaliknya saya juga merasa seperti itu. Dia bilang menyesal kalau seperti ini padahal saya sudah melakukan semua hal semampu saya. Seperti halnya karyawan-karyawan yang lain saya juga sama memiliki penghasilan hanya sebatas dari upah bulanan saja, padahal kebutuhan hidup keluarga melebihi dari batas kemampuan. Ya begitulah....!!! Ingin rasanya menghindar dan pulang ke asal tapi takut dibilang pengecut, untuk menangis saya harap tidaklah kecuali menangis karena orang tua.
Disini saya tidak tau menulis apa tapi kata-kata inilah yang ada dalam pikiran dan hati yang saya rasakan selama dua minggu ini. Dulu kalau suasana hati lagi buruk dan kesal saya punya kebiasaan buruk menyakiti diri sendiri, sampai hati ini merasakan plong yang luar biasa. Ya Allah mudah-mudahan saya diberikan terus rasa semangat dan jauhkanlah saya dari rasa putus asa, amin.
Jakarta, 16 Mei 2015
By Asep Baonk
No comments:
Post a Comment